KDMP Bantarjati Contoh Koperasi Aktif di Majalengka
kacenews.id-MAJALENGKA-Dari ratusan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah terbentuk di Kabupaten Majalengka, baru sebagian kecil yang benar-benar aktif menjalankan kegiatan usaha. Salah satu koperasi yang sudah beroperasi dan menunjukkan perkembangan signifikan adalah Koperasi Desa Merah Putih Bantarjati, Kecamatan Kertajati.
Koperasi yang berdiri sejak 18 Juni 2025 itu berlokasi strategis di tengah permukiman warga. Keberadaannya mudah dikenali dari papan nama berwarna merah mencolok dengan latar putih bertuliskan “Koperasi Desa Merah Putih Bantarjati”, disertai foto Presiden Prabowo Subianto di sisi papan nama.
Hampir setiap hari, koperasi ini ramai dikunjungi anggota maupun masyarakat umum. Mereka berbelanja kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng yang dijual dengan harga lebih murah dibandingkan warung atau pasar, dengan selisih harga berkisar Rp 500 hingga Rp 1.000.
Ketua Koperasi Desa Merah Putih Bantarjati, Dadang Arip, menjelaskan, unit usaha koperasi saat ini difokuskan pada sektor perdagangan sembako. Pengadaan beras dan minyak goreng dilakukan melalui kerja sama dengan Bulog serta PT PPI (Pusat Perdagangan Indonesia).
Selain penjualan sembako, koperasi juga menyediakan berbagai layanan pembayaran digital, mulai dari listrik pascabayar dan prabayar, BPJS, hingga transaksi digital lainnya yang dapat diakses masyarakat di satu tempat.
“Untuk kami juga menyuplai ke SPPG untuk penyediaan MBG khususnya minyak goreng. Sedangkan beras kami menyediakan untuk kebutuhan masyarakat, kini omset penjualan beras setiap dua minggunya mencapai 7 kw,” ungkap Dadang.
Ke depan, koperasi juga berencana mengembangkan unit usaha sarana produksi pertanian (saprotan) berupa pupuk dan obat-obatan pertanian melalui kerja sama dengan PT MAP.
“Tahun ini untuk saprotan belum bisa karena untuk pupuk baru diterbitkan pada Januari, sedangkan Tahun 2025 berdiri perusahaan sudah dipertengahan tahun sehingga tidak bisa melalukan MoU untuk obat-obatan pertanian,” ungkap Dadang.
Seiring meningkatnya aktivitas usaha, jumlah anggota koperasi pun terus bertambah. Saat ini, Koperasi Desa Merah Putih Bantarjati telah memiliki 153 anggota dengan simpanan pokok sebesar Rp 100.000 dan simpanan wajib Rp 20.000 per bulan. Total modal usaha koperasi kini mencapai Rp 18.360.000.
Dalam menjalankan operasional harian, koperasi masih mengandalkan lima orang pengurus, yakni Dadang Arip sebagai ketua, Andi Supriadi sebagai sekretaris, Nina Susilawati sebagai bendahara, H. Junaedi sebagai Wakil Ketua Bidang Usaha, serta Maman sebagai Wakil Ketua Bidang Anggota.
Keterbatasan jumlah pengurus membuat pelayanan kepada konsumen dilakukan secara bergantian. Pada pagi hari sebelum berangkat bekerja, hingga siang dan sore hari, para pengurus tetap berupaya memastikan seluruh konsumen terlayani dengan baik.
“Perkembangan, Alhamdulillah dari segi usaha kita bisa memenuhi kebutuhan masyarakat terutama bahan pokok dan layanan digital, jadi masyarakat mendapatkan harga murah. Dan kedepannya tahun 2026 menjadi penyalur pupuk bersubsidi, kita sudah ada kontrqk dengan PT. Pupuk Kujang, mudah mudahan bisa di realisasikan,” ungkap Dadang.
Ia juga berharap koperasi yang dipimpinnya dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa, terlebih dengan rencana pendirian gerai-gerai koperasi yang difasilitasi pemerintah.
“Untuk pembangunan gerai koperasi yang luasnya mencapai 30 m x 20 m itu sudah 30%. Mudah-mudahan maret sudah bisa dioperasikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Majalengka, Rahmat Subagja, menyebutkan hingga saat ini jumlah Koperasi Desa Merah Putih di Majalengka telah mencapai 343 koperasi. Namun, yang sudah aktif menjalankan usaha baru sekitar 30 koperasi.
“Dari 30 KDMP yang sudah berjalan baik diantaranya saja Ada KDMP Buntu, Kecamatan Ligung, Maja Selatan Kecamatan Maja, Bantarjati, Kecamatan Kerajati, Cipeundeuy, Kecamatan Bantarujeg serta Ciobeureum, Kecamatan Talaga,” jelas Rahmat Subagja.
Sebagian besar koperasi yang aktif bergerak di bidang perdagangan sembako, sementara satu koperasi lainnya mengembangkan usaha di sektor perkebunan tebu melalui kerja sama dengan PT Rajawali.(Tat)



