Penataan Sukalila Kota Cirebon Dimulai, Jalan Ditutup PKL Bongkar Lapak
kacenews.id-CIREBON-Pemerintah Kota Cirebon mulai melakukan penataan kawasan Sungai Sukalila dengan menutup sementara sejumlah ruas jalan, seiring penertiban lapak pedagang kaki lima yang telah dibongkar secara mandiri oleh sebagian besar pedagang.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon memberlakukan penutupan jalan mulai Senin, 15 Desember 2025. Rekayasa lalu lintas tersebut berlangsung setiap hari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB dan diberlakukan hingga proses penertiban serta normalisasi sungai selesai.
Penutupan dilakukan untuk mendukung penertiban PKL sekaligus kelancaran kegiatan normalisasi Sungai Sukalila. Ruas jalan yang terdampak meliputi Jalan Sukalila Utara dan Selatan, Jalan Kalibaru Utara dan Selatan, Jalan KS Tubun dari arah Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Kartini, Jalan Pamitran dari arah Jalan Siliwangi, serta Jalan Kebon Blimbing dari arah Pagongan.
Dishub mengimbau masyarakat agar menyesuaikan rute perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif guna menghindari kemacetan. Pengguna jalan juga diminta mempersiapkan waktu tempuh lebih awal selama kebijakan berlangsung. Pemerintah daerah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Sementara itu, sebagian besar pedagang di kawasan Sukalila dan Kalibaru Utara serta Selatan telah membongkar lapak secara mandiri. Pedagang tanaman, bunga, dan figura terlihat melepaskan atap hingga rangka bangunan secara bertahap, terutama material yang masih dapat digunakan kembali.
Pembongkaran mandiri tersebut merujuk pada surat pemberitahuan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon tertanggal 12 Desember 2025 terkait rencana penertiban di sejumlah ruas jalan tersebut.
Pemerintah Kota Cirebon turut membantu proses pemindahan dengan menyiapkan kendaraan untuk mengangkut barang dagangan para pedagang. Bantuan armada disediakan guna memperlancar pembongkaran dan meminimalkan gangguan di lapangan.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa hingga Minggu, 14 Desember 2025, mayoritas pedagang telah kooperatif dan membongkar lapaknya tanpa paksaan. Pemerintah, kata dia, akan menangani sisa lapak yang masih berdiri di kawasan terdampak.
“Kami menyiapkan kendaraan untuk membantu pedagang mengangkut barang dagangannya,” ujar Effendi Edo.
Ia berharap seluruh proses berjalan tertib dan kondusif. Menurutnya, komunikasi dengan para pedagang telah dilakukan sebelumnya untuk menjaga situasi tetap aman dan terkendali.(Jak)





