Tingkatkan Kualitas Kesehatan, Bupati Targetkan 2030 Usia Harapan Hidup Warga Majalengka Capai 76 Tahun
kacenews.id-MAJALENGKA-Pemerintah Kabupaten Majalengka menargetkan peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH) warganya menjadi 76 tahun pada 2030. Target ini menjadi perhatian serius setelah data tahun 2025 mencatat rata-rata usia harapan hidup turun menjadi 71 tahun, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 74,98 tahun.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi kunci untuk mencapai target tersebut. Ia menyoroti pentingnya peran tenaga kesehatan, khususnya bidan desa, dalam memperkuat layanan kesehatan dasar di tingkat akar rumput.
“Dalam RPJMD kami, UHH Majalengka pada 2030 diharapkan bisa mencapai 76 tahun. Karena itu, kualitas pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan. Bidan desa menjadi ujung tombak dalam menjaga kesehatan ibu dan anak serta mendukung pola hidup sehat di masyarakat,” ujar Eman di hadapan para bidan desa.
Menurutnya, bidan diharapkan tak hanya fokus pada pelayanan medis, tetapi juga berperan aktif dalam edukasi kesehatan, pemantauan di Posyandu, deteksi dini risiko pada ibu hamil, hingga koordinasi lintas sektor di tingkat desa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Agus Suratman, menambahkan pihaknya terus memperkuat kapasitas bidan melalui pelatihan teknis dan bimbingan berkelanjutan. Upaya tersebut diarahkan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta kasus stunting.
“Dinas Kesehatan mendorong peningkatan kemampuan bidan desa agar pelayanan kesehatan semakin berkualitas. Kami juga jalankan program Satset untuk memastikan setiap kelahiran tercatat dengan baik dan administrasi kependudukannya tertib,” jelas Agus.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Majalengka, Iim Maemunah, menegaskan pentingnya sinergi antara PKK dan tenaga kesehatan dalam mengoptimalkan pelayanan Posyandu.
“PKK berperan penting sebagai penggerak partisipasi masyarakat. Melalui kader Posyandu, kami memastikan ibu hamil sehat, bayi mendapatkan imunisasi dan gizi yang cukup, serta tumbuh kembang balita terus terpantau,” kata Iim.
Majalengka kini terus memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas sebagai strategi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang lebih sehat dan meningkatkan angka harapan hidup warganya.(Ta)





