Ragam

Sorak Penonton dan Peluit Wasit Semangat UMKM “Bertanding” Meraup Rezeki

kacenews.id-MAJALENGKA-MATAHARI baru saja naik di langit Majalengka, ketika aroma gorengan panas menyeruak dari pelataran Gedung Gelanggang Generasi Muda (GGM) Pertamina. Di bawah tenda biru sederhana, Siti Nurjanah tersenyum melayani pembeli yang datang silih berganti, sebagian besar para penonton dan atlet muda yang tengah berlatih.
“Kalau ada pertandingan, bisa tiga kali lipat dari biasanya,” tuturnya sambil membungkus tahu isi dan tempe mendoan untuk pelanggan.
“Pembeli datang terus, dari pagi sampai malam. Buat kami, adanya GGM ini berkah besar,” tambahnya.
Bagi Siti dan banyak warga sekitar, GGM bukan hanya gedung olahraga megah di jantung Kota Majalengka, tetapi juga sumber kehidupan baru. Sejak diresmikan pada 2024, gedung senilai Rp 75 miliar itu tak pernah sepi dari kegiatan, mulai dari turnamen voli, pertandingan futsal, hingga festival komunitas. Setiap keramaian membawa napas segar bagi para pedagang kecil di sekitarnya.
Tak jauh dari warung Siti, Ujang Supriatna sibuk menuang es ke dalam gelas plastik. Di depan gerobaknya tertulis “Es Kopi Atlet”, nama yang ia buat spontan setelah sering melayani para atlet muda yang berlatih di GGM.
“Kalau ada atlet latihan atau turnamen, pasti banyak yang beli. GGM ini bukan cuma gedung olahraga, tapi sumber rezeki bagi kami pedagang kecil,” katanya sambil tersenyum.
Ujang bercerita, saat kejuaraan bola voli pada September 2025 lalu, penghasilannya melonjak drastis. “Biasanya cuma Rp 200 ribu sehari, tapi waktu itu bisa sampai Rp 800 ribu. Alhamdulillah,” ujarnya.
Data dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Majalengka menunjukkan, geliat ekonomi di sekitar GGM memang meningkat tajam. Sejak gedung tersebut beroperasi, omzet UMKM di kawasan itu naik rata-rata 30–35 persen. “Dari hasil pendataan kami, memang ada peningkatan signifikan setelah GGM beroperasi,” ujar H. Arif Daryana, perwakilan dari dinas tersebut.
Di balik geliat ekonomi itu, ada filosofi yang lebih besar. Pertamina, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), membangun GGM bukan hanya sebagai pusat olahraga, tetapi juga untuk menumbuhkan ekonomi warga.
“Kami ingin GGM menjadi rumah bagi atlet sekaligus pusat UMKM. Ini bukan hanya investasi sosial, tapi modal generasi masa depan,” ujar Head Communication, Relation & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi.
Menurutnya, energi sejati tidak hanya berasal dari bahan bakar, melainkan juga dari semangat gotong royong masyarakat. “Bangunan GGM diharapkan memberi multiplier effect seperti peningkatan prestasi olahraga dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Kini, setiap kali GGM ramai sorak penonton dan peluit wasit, bukan hanya atlet yang bersemangat. Di luar gedung, para pedagang seperti Siti dan Ujang juga ikut “bertanding” mencari rezeki, dengan senyum dan harapan yang sama.
Karena bagi mereka, di Majalengka, energi dari GGM bukan sekadar listrik yang menyalakan lampu, melainkan juga semangat hidup yang menyalakan dapur.(Jejep)

Related Articles

Back to top button