Bupati Majalengka Minta Industri Rekrut Kelompok Disabilitas
kacenews.id-MAJALENGKA-Pemerintah Kabupaten Majalengka mengimbau semua industri dan ritel bisa mempekerjakan kelompok disabilitas.
Tujuannya, agar mereka bisa memiliki kesempatan kerja yang sama di sektor manapun dan bisa hidup mandiri tanpa diskriminasi.
Menurut Bupati Majalengka Eman Suherman, terhadap penyandang disabilitas, Pemda Majalengka akan memberikan peluang yang sama dengan memberikan pelatihan keterampilan agar mereka memiliki kesempatan bekerja sesuai keahlian yang dimiliki.
Semua industri yang ada di Kabupaten Majalengka telah disarankan untuk melakukan komunikasi dengan Dinas Tenaga Kerja untuk menyampaikan berapa jumlah kebutuhan tenaga kerja di perusahaannya dan bidang apa yang dibutuhkan.
Hal ini untuk memudahkan Pemerintah Kabupaten Majalengka menyiapkan dan menyalurkan calon tenaga kerja termasuk dari kalangan disabilitas.
“Kami ingin, perusahaan-perusahaan itu melakukan rektrutmen tenaga kerja berkolaborasi dengan pemerintah daerah, berapa yang dibutuhkan dan lulusan sekolah apa, pelatihan keterampilannya bisa dilakukan bersama jika yang dibutuhkan perusahaan lebih spesifik,” ungkap Eman.
Hal ini menurut Eman, untuk memangkas percaloan tenaga kerja, serta pungli yang selama ini dikeluhkan calon tenaga kerja. Karena selama ini, banyak keluhan dari pencari kerja.
Mereka mengaku dipungut jutaan rupiah oleh oknum baik yang mengatasnamakan organisasi maupun perorangan. Sementara, bekerja hanya beberapa bulan saja, bahkan ada yang tidak bekerja. Padahal, uang sudah masuk ke mereka.
“Dengan cara begitu, bisa memangkas calo tenaga kerja,” ungkapnya
Selama beberapa bulan terakhir, sudah ada 4.000 pencari kerja yang sudah bekerja di sejumlah industri dan 18,5 % atau sebanyak 741 orang di antaranya adalah berasal dari disabilitas. Hal itu sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka.
“Ini komitmen kami. Sekarang, siapa pun dari kalangan manapun, termasuk disabilitas memiliki hak yang sama masuk kerja selama kualifikasinya memadai. Makanya, kelompok disabilitas bisa mengikuti pelatihan keterampilan agar mereka bisa memiliki keahlian dan bisa diterima di pasar kerja,” ungkap Eman.
Menurutnya sentra industri kecil dan menengah akan terus difungsikan untuk melatih dan memberikan keterampilan bagi masyarakat yang ingin berwirausaha membangun UMKM atau pencari kerja yang ingin beketja di sektor industri.(Tat)





