Banyak Peminat, Beras SPHP Dijual Setiap Polsek di Majalengka Ludes Dibeli Masyarakat

kacenews.id-MAJALENGKA-Beras SPHP yang dijual di setiap Polsek di Kabupaten Majalengka nyaris habis dibeli masyarakat yang datang langsung ke markas dan yang membeli di pasar murah atau menitip pembelian melalui anggota Bhabinkamtibmas.
Berdasarkan data di Polres Majalengka beras SPHP yang ludes terjual tersebut diantaranya adalah di Polsek Maja, Argapura, Cogasong, Sukahaji, Rakagaluh, Sumberjaya Jatiwangi, Palasah, Kadipaten, Dawuan, Kasokandel, Panyingkiran dan Polsek Majalengka Kota masing – masing sebanyak 4 tonan.
Kapolres Majalengka Ajuin Komisaris Besar Polisi Willy Andrian disertai stafnya Riyana menyebutkan, beras yang belum seluruhnya terjual karena ada sejumlah Polsek yang dipasok belakangan, sedangkan sebagian polsek lagi dipasok beras lebih dulu tepatnya awal pekan ini.
“Ada yang dipasok hari Minggu kemarin dan sekarang sudah habis,” ungkapnya.
Menurutnya, berdasarkan data terakhir per 27 Agustus jumlah terjual telah mencapai 82 % atau sebanyak 16.417 pak daari jumlah 20.000 pak masing – masing berisi 5 kg.
“Tersisa sebanyak 3.584 pak diperkirakan akan habis dalam kurun waktu pekan ini, karena ternyata Masyarakat banyak yang butuh beras murah dengan kualitas memadai,” katanya.
Menurut Kapolres jika masyarakat masih mebutuhkan beras, pihak kepolisian akan terus menyediakan beras yang pengadaanya bekerjasanma dengan Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan Kabupaten Majalengka.
“Ini untuk menjaga ketersediaan pangan dengan harga terjangkau dan pengendalian inflasi yang disebabkan oleh tingginya harga beras dipasaran yang bisa berdampak pada rendahnya daya beli Masyarakat,” ungkap Kapolres.
Sementara itu harga beras premium kualotas I di pasar tradisional kini masih mencapai Rp 16.000 per kg dan beras premium sebesar Rp 13.000 hingga 14.000 per kg. Mahalnya harga beras dipicu oleh mahalnya harga gabah yang kini masih mencapai Rp 840.000 GKG per kw
Menurut keterangan salah seorang petani Muandi, harga gabah sebesar Rp 840.000 tersebut ditingkat petani ketika gabah klering masih berada di sawah. Jika gabah diatas mobil maka harga ditambah dengan upah kerja dan ongkos angkut .
“Harga gabah sekarang semakin mahal walaupun para petani masih menjalani panen,” ungkap Muandi.
Beberapa bulan kedepan harga gabah lering giling diperkirakan akan terus naik karena menjelang kemarau Panjang.
“Saya sekarang masih simpan sebagian gabah untuk dijual nanti musim paceklik,” ungkapnya.(Tati/KC)