Jaga Lingkungan Tetap Bersih, Komunitas Hujan Keruh Gelar Festival Pecunan di Sungai Cipelang Bendung Rentang

kacenews.id-MAJALENGKA-Komunitas Hujan Keruh di Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka gelar festival pecunan, di Sungai Cipelang, Bendung Rentang desa setempat, kegiatan ini sebagai salah satu upaya komunitas menjaga lingkungan sungai agar bersih dari sampah dan sungai tetap terpelihara dengan segala habitat sungainya tetap terjaga.
Pecunan adalah sebuah lomba mendayung perahu hias dengan jarak kurang lebih 200 meteran, yang perahunya kebanyakan terbuat dari bahan bekas pakai dan bisa hancur menjadi tanah.
Ketua panitia Festival Pecunan Saripudin Rahmat mengungkapkan, ada 40 grup yang mengikuti lomba pecunan atau sebanyak 80 orang dengan jumlah perahu sebanyak 17 perahu yang berasal dari tiap blok di desa Jatitujuh. Jumlah peserta tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu yang pesertanya sebanyak 12 perahu.
Pada festival tahun ini acara diawali dengan Tari Belentung yang dibawakan seratus penari, mereka menari di pinggir Sungai Cipelang serta satu orang berada di atas perahu di tengah Sungai sebagai instuktur.
Tari Belentung dan musik Belentung adalah tarian dan music yang diciptakan seniman lokal Jatitujuh, yang terinspirasi dari profesi warga sebagai petani. Alat musik Belentung kesemuanya terbuat dari bambu namun bentuk alat musik ini dibuat berbeda agar mengeluarkan suara yang berbeda sesuai lagu yang akan diiringi.
“Lomba perahu hias kedepan kami harap pesertanya berasal dari tiap desa di Kecamatan Jatujuh, agar kampanye bisa lebih cepat tersampaikan kepada masyarakat luas, tidak hanya di Desa Jatitujuh,” ungkap Rahmat.
Menurutnya, festival pecunan yang digelarnya tersebut untuk keempat kalinya yang dilakukan setiap bulan Agustus, tahun ini ada dua yang dilombakan yakni pecunan atau lomba balap perahu serta lomba perahu hias.
“Kegiatan yang kami helat bukan sekedar hiburabn rakyat, namun sebenarnya adalah kampanye lingkungan sungai yang dikemas melalui pecunan, karena jika kampanye sekedar memberitahukan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai atau mengajak membersihkan sungai respon tidak akan sehebat kegiatanb pecunan,” ungkap Saripudin Rahmat.
Melalui kampanye yang dikemas melalui hiburan, bisa diterima dengan mudah masyarakat umum di wilayahnya termasuk mereka datang ikut menonton menyemarakan kegiatan festival pecunan. Mereka yang hadir di acaea festival semakin sadar untuk mencintai kebersihan lingkungan, dan kedepan bisa menjadi budaya di masyarakat.
Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Komunitas Hujan Keruh selama berlangsung acara menyediakan kantong sampah dan terus mengkampanyekan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman yang hadir pada acara festival menyebutkan, festival direncanakan menjadi event tahunan yang digelar Pemda Majalengka.
Karena pada acara pecunan tersebut banyak menyedot penonton dari berbagai wilayah di Majalengka termasuk Sebagian dari Indramayu.
Hanya dia mengingatkan, para penonton dan Masyarakat harus membawa pesan dari tema festival yakni menjaga kebersihan lingkungan agar sungai bisa sehat, penduduknya juga bisa sehat. Ikan yang ada di sungai juga demikian.(Tat)