Sumber Anggaran Belum Mampu Menutupi, Penanganan Sampah di Desa Sindangjawa Terkendala Biaya Operasional TPS3R
kacenews.id-CIREBON-Desa Sindangjawa Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon telah mampu menangani persoalan sampah di wilayahnya.
Bahkan operasional Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di desa tersebut kini telah menggunakan mesin pengolah sampah.
Namun dalam pelaksanaannya, penggunaan mesin pengolah sampah masih menemui sejumlah kendala.
Kuwu Sindangjawa, H Yayat Supriyatna mengungkapkan, sejumlah kendala yang dihadapi di antaranya adalah kapasitas mesin pengolah yang masih rendah. Karena keberadaan mesin pengolah sampah ini tidak sebanding dengan pasokan sampah yang jumlahnya mencapai dua sampai tiga ton per hari. Sementara kapasitas mesin hanya mampu menampung 1 sampai 1,5 ton.
Selain itu, kata Yayat, operasional mesin pengolah sampah juga masih terkendala dengan biaya yang dinilai cukup tinggi. Anggaran operasional yang sejauh ini ditopang dari dana desa dan hasil pengolahan sampah, juga masih belum bisa menutupi.
Ia mengemukakan dengan jumlah pekerja sebanyak empat orang, dana desa tersebut dimaksudkan untuk menopang hasil pengolahan sampah yang masih minim.
Menurutnya, jika dikalkulasikan pendapatan dari hasil pengolahan dengan menggunakan mesin pengolah sampah, baru mencapai sekitar Rp3 juta per bulan. Kalkulasi tersebut berdasarkan estimasi harga jual sampah plastik di angka Rp 500 per kilogram. “Kalau diitung-itung, satu bulan baru sekitar Rp3 jutaan,”ujarnya.
Yayat menyebutkan, mayoritas sampah yang masuk ke TPS3R Desa Sindangjawa merupakan sampah rumah tangga, terutama sampah non organik.
“Semua sampah akan dipilah oleh para pekerja. Sementara untuk sampah organiknya, meskipun belum memiliki nilai ekonomis, tetap diproses dengan cara digiling. Sampah organik ini baru bisa diberikan cuma-cuma saja ke petani sebagai pupuk organik,” tuturnya.
Sementara plastik yang sudah dipilah dijual ke pabrik pengolahan di Majalengka. Untuk (sampah, red) residu, pihaknya bekerja sama dengan pengolah sampah Dewi Sri di Desa Girinata.
Ia menyampaikan, pihaknya akan berusaha memaksimalkan potensi yang ada agar penanganan sampah bisa berakhir di tingkat desa sesuai instruksi dari Pemkab Cirebon.
Terlebih Desa Sindangjawa sudah dicanangkan sebagai salah satu Kampung Bersih di Kabupaten Cirebon. “Tapi yang jelas, Desa Sindangjawa ini sudah jadi binaan Dinas Lingkungan Hidup tentang persampahan,”katanya.(Junaedi)





