Pendidikan

31 Tahun Taruna Mandiri Merintis Pendidikan Tanpa Batas

kacenews.id-KUNINGAN-Yayasan Taruna Mandiri menegaskan kembali komitmennya sebagai lembaga yang focus pada pengembangan pendidikan bagi penyandang disabilitas.
Penegasan itu terungkap dalam peringatan Dies Natalis ke-31 Yayasan Taruna Mandiri dan SLB Taruna Mandiri ke-18. Lembaga pendidikan khusus ini berdiri dari gagasan Elon Carlan seusai menerima penghargaan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional pada 1994.
Ketua Yayasan Taruna Mandiri, Elon Carlan, mengungkapkan pendirian lembaga pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus berawal dari keinginannya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas yang saat itu belum banyak tersentuh layanan pemerintah.
“Saat itu, saya sempat dipanggil Pak Presiden Suharto untuk memilih apa yang diinginkan. Saya hanya menjawab, ingin memiliki lembaga pendidikan bagi penyandang disabilitas yang belum tersentuh oleh pemerintah,” kata Elon Carlan di aula sekolah setempat, Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Kamis (8/1/2026).
Elon menjelaskan, Yayasan Taruna Mandiri resmi berdiri pada 8 Januari 1995. Berangkat dari tekad pribadi, ia memilih mendirikan lembaga pendidikan sebagai bentuk pengabdian yang diharapkan membawa manfaat luas bagi masyarakat. Sejak 1997, bersama sang istri Kokoy Kurnaeti, ia merintis SLB Taruna Mandiri yang kemudian berkembang ke berbagai daerah.
Sejumlah satuan pendidikan khusus yang berada di bawah naungan yayasan tersebut antara lain SLB Pangeran Cakrabuana di Cirebon, SLB Bina Insani di Desa Kalimanggis, SLB Perbatasan Cibingbin–Jawa Tengah, SLB Rohman Cigugur, SLB Laskar Taruna Mandiri di Darma, serta SLB Depayasa di Cidahu. Selain itu, Yayasan Taruna Mandiri juga mengelola PKBM Taruna Mandiri, pusat terapi Jatikresna, dan TK Sipunuda.
“Sebanyak empat SLB telah dihibahkan kepada pemerintah sebagai wujud komitmen kebermanfaatan. Yang kami kejar bukan kemewahan, tapi kebermanfaatan. Keterbatasan bagi kami adalah untuk berbuat tanpa batas (ability to infinity),” ungkap Elon.
Menurutnya, saat ini SLB Taruna Mandiri diarahkan sebagai sentra pendidikan vokasi yang berorientasi pada keterampilan kerja. Sejumlah lulusan telah terserap di dunia usaha dan industri, mulai dari sektor perhotelan, ritel modern, industri padat karya, hingga berwirausaha secara mandiri.
Peringatan Dies Natalis tersebut turut dihadiri Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, Sekretaris Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikdasmen RI Muhammad Hasbi beserta jajaran, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dede Saepul Hidayat, Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, KCD Pendidikan Wilayah X Herman Hadi Santoso, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Ketua TP-PKK Hj. Ela Helayati, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kuningan, Kepala SLBN Taruna Mandiri Kokoy Kurnaeti, serta keluarga besar SLB se-Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dede Saepul Hidayat, mengapresiasi atas kontribusi Yayasan Taruna Mandiri dalam pengembangan pendidikan khusus di Jawa Barat. Ia menyebutkan, SLB Taruna Mandiri meraih peringkat kedua dalam ajang Gapura Panca Waluya dengan penghargaan berupa sarana dan prasarana senilai Rp1,5 miliar dari Gubernur Jawa Barat.
Sementara itu, Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar memberikan penghargaan atas dedikasi Yayasan Taruna Mandiri yang telah mengabdi selama lebih dari tiga dekade di bidang pendidikan anak berkebutuhan khusus.
“Keteguhan, niat tulus, dan keikhlasan telah melahirkan kesuksesan. Pak Elon dan Bu Kokoy membuktikan bahwa membangun lembaga bukan hanya soal fisik, tapi juga membangun harapan, masa depan, dan keyakinan anak-anak penyandang disabilitas. Disabilitas bukanlah batas untuk berprestasi, maka Pemerintah Kabupaten Kuningan, akan terus mendukung pengembangan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, karena investasi terbaik bagi daerah dan bangsa adalah investasi pada sumber daya manusia tanpa terkecuali.
“Selamat Dies Natalis ke-31 Yayasan Taruna Mandiri dan ke-18 SLB Taruna Mandiri. Semoga terus menjadi rumah belajar yang menumbuhkan kemandirian, melahirkan insan-insan berdaya saing, serta menginspirasi kita semua untuk melihat dunia dengan hati,” pungkasnya,” pungkas bupati.(Sul)

Related Articles

Back to top button