Ayumajakuning

Soeharto Pahlawan Nasional, Golkar Majalengka Akan Syukuran

kacenews.id-MAJALENGKA–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Majalengka akan menggelar syukuran sebagai bentuk rasa hormat dan syukur atas penyematan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Soeharto.
Ketua DPD Partai Golkar Majalengka, Asep Eka Mulyana, menyampaikan apresiasi tinggi atas keputusan pemerintah yang memberikan gelar tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan negara terhadap jasa besar Soeharto sebagai tokoh pembangunan Indonesia.
“Partai Golkar menyambut penuh rasa syukur. Ini bukan sekadar penghargaan politik, tapi penghormatan moral terhadap pengabdian besar Pak Harto bagi bangsa Indonesia,” ujar Asep, Kamis (13/11/2025).
Asep menegaskan, perjuangan Golkar dalam mengusulkan Soeharto sebagai pahlawan nasional bukan karena kepentingan politik, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk menghormati jasa-jasanya dalam menjaga ideologi Pancasila dan stabilitas nasional.
“Pak Harto adalah simbol stabilitas, pembangunan, dan kemajuan bangsa. Kita tidak bisa memungkiri, fondasi Indonesia modern dibangun di masa kepemimpinan beliau,” kata Asep.
Soeharto dikenal luas sebagai Bapak Pembangunan, berkat sejumlah pencapaian besar yang menjadi fondasi kemajuan bangsa. Di antaranya, menegakkan ideologi Pancasila sebagai dasar tunggal, menyatukan kekuatan militer dan keamanan dalam wadah ABRI, serta membawa Indonesia mencapai swasembada pangan pada tahun 1983.
Selain itu, Soeharto juga mencetak satu juta hektare sawah baru di Kalimantan, menyalurkan kredit lunak jangka panjang bagi petani dan nelayan, membangun waduk strategis nasional, menjaga stabilitas nilai rupiah dan cadangan devisa, serta menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah kantor pusat pertama ASEAN.
Atas berbagai kiprah tersebut, dunia internasional pun mengenal Soeharto sebagai “The Father of Development” atau Bapak Pembangunan Indonesia.
Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa Presiden ke-2 RI itu memiliki peran penting dalam sejarah Partai Golkar. Berdasarkan catatan sejarah, Soeharto aktif sejak Pemilu 1971 dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina, menjadikan Golkar sebagai kekuatan politik dominan hingga akhir masa Orde Baru.
“Meskipun tidak pernah menjabat sebagai Ketua Umum, Pak Harto memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kebijakan dan strategi politik Golkar. Hubungan historis inilah yang membuat Partai Golkar menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan gelar pahlawan nasional untuk beliau,” tutur Asep.(Ta)

Related Articles

Back to top button