Ekonomi & Bisnis

PMDN Majalengka Tembus Rp 1,17 Triliun, Pertumbuhan Investasi Menunjukkan Tren Positif

kacenews.id-MAJALENGKA–Investasi dalam negeri di Kabupaten Majalengka terus menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) periode Januari hingga September 2025 mencapai Rp 1,17 triliun, dengan total 1.293 laporan kegiatan penanaman modal (LKPM).
Capaian tersebut setara dengan 0,99 persen dari total PMDN Jawa Barat yang mencapai Rp 119,24 triliun. Meski kontribusinya masih di bawah 1 persen, namun pertumbuhan investasi di Majalengka menunjukkan tren positif dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Ahli Madya Penata Kelola Penanaman Modal DPMPTSP Majalengka, Tatang Gustawan, menyebutkan bahwa investor domestik masih mendominasi aktivitas penanaman modal di wilayahnya.
“Sebagian besar PMDN berasal dari sektor konstruksi, perdagangan besar, dan jasa penunjang industri. Ini menandakan pengusaha lokal semakin percaya terhadap potensi daerah sendiri,” ujar Tatang.
Ia menambahkan, untuk mempercepat pelayanan dan mengurangi kendala birokrasi, DPMPTSP terus memperkuat sistem perizinan digital melalui Online Single Submission (OSS). Langkah tersebut membuat proses perizinan lebih efisien tanpa harus bertatap muka langsung.
“Penerapan OSS ini terbukti mempercepat proses penanaman modal sekaligus menekan biaya administrasi bagi pelaku usaha,” tambahnya.
Kemudahan berinvestasi
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menilai peningkatan investasi dari dalam negeri menjadi indikator positif bagi pergerakan ekonomi daerah. Ia berharap pelaku usaha lokal tidak hanya berinvestasi, tetapi juga menjalin kemitraan dengan pelaku UMKM dan petani lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
“Kami ingin investasi lokal menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi Majalengka. Pengusaha daerah harus naik kelas, berani ekspansi, dan memanfaatkan peluang dari pengembangan Kertajati Aerocity,” kata Eman.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah sedang menyiapkan sejumlah regulasi untuk memberikan kemudahan berinvestasi bagi pelaku usaha kecil dan menengah, agar tidak hanya perusahaan besar yang memperoleh keuntungan dari tumbuhnya investasi.
“Kami berkomitmen membangun ekonomi yang inklusif, di mana UMKM tumbuh bersama industri besar. Semua pihak harus bekerja kolaboratif. Ketika pengusaha lokal tumbuh, ekonomi rakyat ikut hidup. Itulah makna investasi yang sesungguhnya,” pungkasnya.(Jep)

Back to top button