KH. Dodo Syarif: Pahlawan Sejati Itu Punya Rasa Empati
kacenews.id-KUNINGAN-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan, KH. Dodo Syarif Hidayatullah, menegaskan bahwa seseorang belum dapat disebut pahlawan jika masih melakukan perbuatan yang bertentangan dengan nilai kebaikan, meskipun pernah berjasa kepada orang lain.
“Salah satu ciri seseorang pahlawan itu apabila memiliki ciri selalu empati terhadap sesama manusia atau makhluk hidup maupun lingkungan sekitarnya. Jika pada diri seseorang terdapat perilaku atau perbuatan yang berseberangan dengan kebaikan, walau dia berjasa belum bisa dikatakan pahlawan,” ujar KH Dodo dalam tausiyah Dzuhur di Masjid Imam Taufik, Komplek Kuningan Islamic Center (KIC), Jalan Ir. Soekarno, Rabu (19/11/2025).
Ia kemudian mencontohkan sosok Bung Tomo, pejuang kemerdekaan Indonesia yang dikenal berhati lembut. Saat berada di penjara, Bung Tomo pernah menangis setelah melihat seekor kecoa terjepit di daun pintu. Seorang rekan seperjuangannya yang heran bertanya, dan Bung Tomo menjelaskan bahwa ia merasa iba melihat penderitaan makhluk kecil tersebut.
“Melihat penderitaan kecoa saja, ia timbul rasa empati, apalagi menyaksikan penindasan terhadap bangsa sendiri atas perlakuan kedholiman para penjajah terhadap warga pribumi, ibu pertiwi. Itulah sosok pahlawan sejati, tak rela apabila ada sesama manusia mendapat perlakuan tidak adil, dianiaya, apalagi diperlakukan di luar batas perikemanusiaan. Bung Tomo hatinya selalu meronta apabila melihat perlakuan manusia seperti itu,” papar KH. Dodo.
Lebih lanjut, KH. Dodo mengingatkan bahwa siapapun dapat menjadi pahlawan di hadapan Allah SWT, meski tidak tercatat dalam sejarah bangsa. Caranya, dengan senantiasa berbuat baik terhadap sesama manusia, makhluk hidup, dan lingkungan sekitar.
“Para jemaah shalat Dzuhur di Masjid KIC ini juga bisa menyandang gelar pahlawan, walau tidak tercatat dalam buku sejarah. Caranya, mari kita selalu berbuat baik terhadap sesama, makhluk hidup lainnya dan lingkungan sekitarnya. Walau tidak masuk catatan pahlawan, kita selalu berbuat kebaikan demi memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat, itu juga pahlawan di hadapan Allah Swt,” ucapnya.
Ia menambahkan, pengorbanan untuk menolong sesama dalam kebaikan termasuk amal yang mulia di sisi Allah. Sebaliknya, kebaikan tidak akan bernilai jika disertai dengan perbuatan zalim terhadap pihak lain.
“Mari kita renungkan dan introspeksi sudah sejauh mana kita berbuat kebaikan bagi kepentingan dan kemaslahatan umat. Tapi perlu diingat, meski telah berbuat kebaikan bagi orang lain, namun melakukan juga kedholiman pada pihak lain, itu bukan pahlawan. Sebab pahlawan itu di dalam dirinya tidak ada sifat yang berseberangan dengan sifat-sifat kebaikan disertai kejelekan,” pungkas KH. Dodo.(Sul)