Tebar Ular di Sawah Resahkan Petani, Edi Fauzi Sebut Cara Bupati Luck Kurang Manfaat Bahkan Menakutkan bagi Masyarakat

kacenews.id-INDRAMAYU-Jajaran kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang duduk di kursi legislatif kritisi program Bupati Indramayu Lucky Hakim melepas ular ke sawah.
Gagasan pelepasan ular yang dilakukan Bupati Lucky dalam menanggulangi hama tikus dinilai kurang bermanfaat dan hanya menyisakan ketakutan pada masyarakat.
Hal itu seperti disampaikan anggota DPRD dari Fraksi PDIP Indramayu H. Edi Fauzi dalam acara Penyebarluasan Perda oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, di Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.
Menurutnya, apabila dana ketahanan pangan sebesar 20 persen disetiap desa dioptimalkan guna penanganan hama, maka permasalahan serangan tikus di sawah bisa diminimalisir.
“Kalau dana ketahanan pangan 20 persen setiap desa untuk menangani hama yang sesuai pak Ono sampaikan gropyokan (tikus) desanya dana itu untuk membeli tikus tangkapan petani sebagai hadiah, tentu dana ketahanan pangan ini akan optimal digunakan untuk membasmi hama,” kata H. Edi Fauzi.
“Jadi (Bupati Indramayu) tidak perlu repot-repot keliling beli ular sebar ular (disawah), cukup tanda tangan kebijakannya mengoptimalkan dana desa untuk ketahanan pangan” sambungnya
Edi menandaskan, jika hal itu sudah diusulkan Fraksi PDI Perjuangan kepada Pemerintah Daerah Indramayu dalam acara pandangan umum hasil reses di masyarakat Dapil 6 Indramayu.
“Mudah-mudahan Bupatinya respon. Agar tidak repot-repot sebar ular yang bikin resah masyarakat. Jadi misalkan anggaran dana desa ada sebesar Rp1 miliar, 20 persennya atau dari Rp200 jutanya itu bisa untuk ketahanan pangan membantu petani dalam rangka membasmi hama tikus,” ungkap Ketua Fraksi PDIP ini
Sementara itu, dalam acara tersebut, sejumlah peserta yang hadir menyampaikan kekhawatirannya terhadap kebijakan Bupati Lucky.
“Pak jangan dikasih ular lagi, karena sebagian besar suami di sini rajin mencari tikus,” ucap salah seorang peserta dari kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT) yang dihamini ibu-ibu lainnya.
Sekedar diketahui, Bupati Lucky Hakim sebelumnya melakukan penyebaran ular ke sawah. Dan gerakan ini dianggap sebagai solusi untuk menyelesaikan penanggulangan hama tikus yang menyerang tanaman padi di lahan sawah petani.(Apip)