CirebonRaya

Tumbuhkan Kesadaran Hukum Masyarakat, Kejari Kabupaten Cirebon Jalin Kemitraan Strategis dengan Pesantren

 

 

 

 

kacenews.id-CIREBON- Pesantren kini tak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga dirangkul sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran hukum masyarakat.

Hal itu tercermin dari inisiatif Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon yang menggelar kegiatan edukasi hukum bertajuk “Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon Bakti Pesantren”, di Pesantren Al As’ariyah, Desa Kalisari Kecamatan Losari, dan Pesantren Hamalatudzikra Desa Japura Kidul, Kecamatan Astanajapura, Selasa (26/8/2025).

Kepala Kejari Kabupaten Cirebon, Yudhi Kurniawan, mengemukakan, pendekatan ke pesantren bukan sekadar seremoni ulang tahun institusi, melainkan wujud komitmen keberlanjutan.

“Kami ingin agar jaksa hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya pesantren, untuk menanamkan pemahaman hukum sejak dini. InsyaAllah, kegiatan ini akan terus berlanjut,” katanya.

Menurutnya, edukasi hukum yang dikemas dengan nuansa silaturahmi mampu membangun kesadaran akan pentingnya kepedulian sosial dan kemanfaatan hukum dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Kejari Kabupaten Cirebon menegaskan, memperingati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-80 bukan hanya tentang internal lembaga, melainkan memperluas kebermanfaatan ke masyarakat.

“Dengan menggandeng pesantren, kejaksaan membuka ruang dialog, memperkuat literasi hukum, serta menempatkan pesantren sebagai bagian penting pembangunan sosial di Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, yang turut hadir, menyebutkan langkah Kejari sebagai terobosan. “Pesantren adalah pilar pendidikan masyarakat. Kehadiran jaksa di sini memberi makna lebih, bukan hanya bicara hukum, tapi juga menanamkan kepedulian sosial. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut,” ucapnya.

Apresiasi juga datang dari pengasuh pesantren. Dewan Pengasuh Pesantren Hamalatudzikra, KH. Abdul Hadi, menyampaikan kehadiran jaksa sebagai bukti nyata kedekatan aparat hukum dengan masyarakat.

“Pak Kajari tidak hanya memberi ceramah, tapi hadir bersama kami. Ini memberi kebanggaan sekaligus dorongan agar pesantren lebih berdaya,” katanya.(Is)

Related Articles

Back to top button