Hujan Deras Angin Kencang di Ciawigebang, Belasan Rumah Rusak Parah

kacenews.id-KUNINGAN-Angin kencang berhembus kencang disertai hujan deras menghantui warga Kabupaten Kuningan. Bahkan hanya dalam hitungan menit, badai tersebut menyapu puluhan rumah di Desa Ciawigebang Kecamatan Ciawigebang sehingga mengalami kerusakan. Termasuk pohon-pohon tua yang berusia puluhan tahun pun, tumbang menimpa atap rumah, Minggu Sore, 24 Agustus 2025.
Berdasarkan data, di Dusun Manis Desa Ciawigebang, bencana tersebut merusak paling banyak sekitar 11 rumah terdampak. Salah satunya milik Tasih (60 tahun) yang mengalami kerusakan atap paling parah hingga diklasifikasikan sebagai rusak berat.
Atapnya diterbangkan angin kencang seperti selembar kertas. Pohon-pohon mangga berusia tua pun tak kuasa menahan amukan badai. Beberapa di antaranya tumbang menimpa rumah Ewo (50 tahun), Asep (42 tahun) dan Amir (47 tahun).
Kerusakan yang mereka alami bervariasi dari ringan hingga sedang. Angin juga menerbangkan atap rumah milik Ali (39 tahun) dan Aman (70 tahun). Tak hanya itu, di Dusun Kliwon, angin kencang menumbangkan pohon mangga raksasa.
Pohon itu tumbang tepat di atas atap rumah Sobarudin (65 tahun) menyebabkan kerusakan sedang. Kerusakan juga meluas ke Dusun Wage. Di sana, pohon-pohon bambu, petai dan durian ikut tumbang.
Rumah Wawan (38 tahun), Naryo (43 tahun) dan Oon (43 tahun) tertimpa pohon-pohon tersebut. Angin pun merusak atap rumah Dedi (50 tahun), Erum (63 tahun), Oman (40 tahun), Casta (64 tahun) dan Didi (56 tahun). Bahkan, sebuah pos kamling dan gudang milik Otong (54 tahun) tak luput dari sapuan angin.
Pos kamling itu mengalami kerusakan berat, sementara gudang Otong rusak sedang. Di Dusun Pahing, angin kencang juga menimbulkan kerusakan serupa. Pohon kormis dan mangga tumbang menimpa atap rumah Tati (60 tahun) dan Tori (52 tahun).
Sementara itu, atap rumah milik Yudi (52 tahun), Toni (61 tahun) dan Yayah (67 tahun) juga rusak akibat hembusan angin yang sangat kuat. Kerusakan yang dialami rumah-rumah di dusun ini tergolong ringan hingga sedang.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, bencana tersebut sedikitnya berdampak pada 35 rumah warga. Namun dampak yang paling parah dirasakan di Dusun Manis, Kliwon, Wage dan Dusun Pahing.
Meski tak ada korban jiwa, kerugian material yang dialami warga sangat signifikan. Dalam merespon bencana tersebut, BPBD Kuningan telah menurunkan asesmen dan penanganan darurat. Selain itu, pihaknya berkoordinasi intensif dengan aparat desa, TNI, Polri, PLN dan Damkar.
“Warga desa, dibantu tim gabungan, bergotong royong membersihkan puing-puing dan menyingkirkan pohon-pohon tumbang yang menghalangi jalan dan menimpa rumah. Sebagian besar pohon tumbang sudah berhasil ditangani,” ucapnya, Selasa, (26/8/2025).(Ya)