Ragam

Semangat Kemerdekaan ke Akar Kehidupan

PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar serentak di berbagai kota dan kabupaten menjadi momentum penting bagi para pemimpin daerah untuk menyampaikan pesan persatuan, kedaulatan, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, maupun Bupati Cirebon, H. Imron, sama-sama menggarisbawahi bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil dari pengorbanan panjang para pejuang.

Pesan yang disampaikan keduanya sejatinya menjadi pengingat bahwa makna kemerdekaan tidak boleh berhenti di seremoni tahunan.

Semangat persatuan yang ditegaskan Wali Kota dan Bupati hanya akan bermakna bila benar-benar diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak pada rakyat. Rakyat membutuhkan bukti nyata dalam bentuk kebijakan pembangunan yang inklusif, bukan sekadar retorika.

Di Kota Cirebon, sejumlah capaian pembangunan telah ditunjukkan, mulai dari pertumbuhan ekonomi 4,89 persen, penurunan angka kemiskinan menjadi 9,02 persen, hingga terkendalinya inflasi di angka 2,53 persen.

Sementara di Kabupaten Cirebon, pemerintah memberikan penghargaan kepada ASN berprestasi dan santunan kepada veteran sebagai wujud penghormatan atas jasa pengabdian.

Semua capaian ini patut diapresiasi, tetapi tetap perlu ditopang dengan langkah strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemerataan kesejahteraan.

Tema nasional tahun ini, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, harus menjadi kompas pembangunan. Persatuan tidak cukup hanya diucapkan, melainkan perlu dirawat melalui kebijakan yang adil terhadap seluruh kelompok masyarakat.

Kedaulatan juga tidak boleh berhenti di jargon, melainkan diwujudkan dengan keberanian menjaga kepentingan daerah agar tidak dikuasai oleh segelintir kelompok ekonomi dan politik.

Baik Wali Kota maupun Bupati Cirebon memiliki tanggung jawab yang sama yakni memastikan kesejahteraan warga sebagai inti dari kemerdekaan. Peringatan HUT ke-80 RI semestinya menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen, bahwa pembangunan harus berorientasi pada pengurangan ketimpangan sosial, penciptaan lapangan kerja, serta penyediaan layanan publik yang merata.

Kini tantangan yang ada tidak hanya pada menjaga semangat kebangsaan, tetapi juga bagaimana menerjemahkan semangat itu menjadi kebijakan yang efektif. Pemimpin daerah harus membuktikan bahwa pidato yang disampaikan di mimbar upacara bukanlah janji kosong, melainkan tekad yang diwujudkan dalam kerja nyata.

HUT ke-80 RI hendaknya tidak hanya menjadi perayaan simbolik, melainkan juga titik tolak untuk memperkuat konsolidasi sosial, ekonomi, dan budaya di Cirebon. Hanya dengan begitu, semangat kemerdekaan dapat turun ke akar kehidupan warga dan benar-benar menghadirkan Cirebon yang bersatu, berdaulat, sejahtera, dan maju.***

Related Articles

Back to top button