Sepi Peminat, SDN Kertasari 3 Tak Buka Pendaftaran Siswa Baru
Kelas I Masih Kosong, Kelas II Tiga Murid, Kelas III Empat Murid, Kelas IV hanya Tiga Murid dan Kelas V Kosong serta Kelas VI Ada Delapan Orang Murid
kacenews.id-MAJALENGKA-Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kertasari 3, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka pada tahun ajaran baru 2025 tidak mendapatkan murid baru, bahkan pihak sekolah tidak membuka pendaftaran secara terbuka dengan alasan, dipastikan tidak akan ada yang mendaftar.
Total murid di sekolah tersebut saat ini hanyak 18 orang mulai kelas II hingga kelas VI. Menurut keterangan Ketua Kelompok Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kertajati, Ikin Asikin, untuk tahun ajaran baru 2025, SDN Kertasari 3, tidak membuka pendaftaran murid baru.
Karena jika dipaksakan membuka pendafaran murid baru, sudah dipastikan orang tua murid tidak akan ada yang bersedia mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut.
“Makanya, untuk tahun ajaran baru 2025, pihak sekolah tidak membuka pendaftaran murid baru, namun demikian jika nanti saat masuk sekolah tahun ajaran baru ternyata ada yang mendaftar, tentu diterima,” ungkap Ikin.
Kepala SDN Kertasari 3, Sofia Widawaty menyebutkan, hingga saat ini jumlah murid di sekolahnya hanya ada 18 orang. Sebelumnya, terdapat 19 orang, hanya satu orang murid yang naik ke kelas V pindah sekolah ke desa lain mengikuti orang tuanya.
“Sementara ini, untuk Kelas I masih kosong, kelas II ada tiga murid, kelas III sebanyak empat murid, kelas IV hanya tiga murid, dan kelas V kosong serta kelas VI ada 8 orang murid,” ungkap Sofia.
Minimnya jumlah murid, sebetulnya bukan hal baru bagi SDN Kertasari 3. Setiap tahun ajaran baru, pihak sekolah selalu kesulitan menjaring murid. Tahun ini misalnya, belum ada satu siswa baru yang mendaftar.
Sebagian besar, orang tua lebih memilih menyekolahkan anak mereka ke sekolah yang letaknya lebih dekat atau yang memiliki jumlah murid lebih banyak. Padahal, untuk fasilitas SDN Kertasari 3 tergolong cukup baik
“Gedung sekolah ini baru dibangun pada 2017 sebagai bagian dari relokasi akibat bangunan sekolah sebelumnya terkena proyek pengembangan Bandara Kertajati,” katanya.
Sekolah tersebut memiliki sepuluh ruang kelas. Sayangnya, lokasi sekolah yang terpencil, sekitar 500 meter dari permukiman warga dan berada di tengah sawah. Ini menjadi alasan utama masyarakat enggan menyekolahkan anaknya di sana. “Jauh, dan di tengah sawah, begitu dikatakan para orang tua dan anak,” ungkap Sofia Midawaty.
Selain masalah jumlah murid, sekolah ini juga menghadapi keterbatasan tenaga pengajar. Saat ini, SDN Kertasari 3 hanya memiliki dua guru, yaitu satu guru berstatus PNS yang akan pensiun pada Juli 2025, dan satu guru honorer.
Kegiatan belajar mengajar pun digabung dalam satu ruang kelas karena keterbatasan tenaga pengajar, walau sebenarnya ruang kelas tersedia cukup banyak.
Kini, pihak sekolah hanya bisa berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun masyarakat sekitar. Dukungan tersebut sangat dibutuhkan agar sekolah tetap bisa bertahan dan tidak hanya menjadi bangunan kosong di tengah sawah.(Tat)



