Demo Jilid II, Ratusan Emak-emak Surakarta Tuntut Kuwu Mundur
kacenews.id-CIREBON-Ratusan masyarakat Desa Surakarta, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon kembali menggeruduk kantor kuwu Desa Surakarta. Ratusan masyarakat ini menuntut agar Kuwu Surakarta, Kuryati untuk mundur dari jabatanya.
Massa yang sebagian besar juga diikuti oleh emak- emak ini berorasi di depan Kantor Kuwu Surakarta. Massa menaiki mobil komando untuk melakukan orasi dan membawa poster yang bertuliskan kekecewaan kepada Kuwu Surakarta. Mereka juga sempat hendak merangsek masuk kantor kuwu.
Koordinator aksi, Abdul Gofur mengatakan, masyarakat Desa Surakarta saat ini masih tetap menyuarakan dan menyatakan Desa Surakarta tidak berpihak kepada masyarakat. Menurutnya, hal itu terbukti dengan adanya beberapa kebijakan yang Kuwu Desa Surakarta yang tidak memihak kepada masyarakat. Massa meminta agar Kuwu Desa Surakarta, Kuryati untuk mundur dari jabatannya.
“Aksi unjuk rasa jilid II tetap meminta agar Kuwu Desa Surakarta, Kuryati untuk mundur,” kata Gofur.
Gofur juga membeberkan alasan masyarakat menuntut Kuryati mundur dari jabatannya yakni penyalahgunaan aset dan praktek nepotisme di Pemerintah Desa Surakarta. Gofur menilai, Kuryati sudah menyalahgunakan aset desa yakni tanah bengkok, yang seharusnya dilakukan lelang, namun pada faktanya tidak dilakukan lelang.
“Setelah dilakukan penelusuran, Kuwu Surakarta menyalahgunakan aset berupa bengkok yang tidak dilelangkan,” katanya.
Sementara itu, untuk praktik nepotisme di Pemerintah Desa Surakarta, Gofur menilai saat ini banyak saudara dari Kuwu Surakarta yang diberikan jabatan di Desa Surakarta. Menurut Gofur, hal tersebut merupakan praktik nepotisme yang harusnya tidak dilakukan.
“Boleh dicek aparatur desa itu semuanya keluarga, terbukti Kliwon adalah saudaranya. Secara aturan perundang- undangan bahwa itu sudah tidak boleh dan melanggar undang- undang desa. Tapi ternyata hari ini baik pendamping desa dan BPD sebagai pengawas masih membiarkan itu,” kata dia.
Dengan alasan itulah, Gofur mengatakan saat ini masyarakat Desa Surakarta kembali berunjuk rasa dan menuntut agar Kuwu Desa Surakarta mengundurkan diri. Apabila tidak ada itikad baik, Gofur mengatakan, masyarakat akan kembali melakukan aksi yang lebih besar dan akan mengadukan hal tersebut kepada Bupati Cirebon dan DPRD Kabupaten Cirebon. Gofur juga mengatakan saat ini pihaknya sudah melaporkan Kuwu Surakarta terkait dengan beberapa pelanggaran yang telah dilakukan olehnya.
“Masyarakat saat ini sudah tidak mempercayai lagi kuwu sehingga menuntut mundur dari jabatannya. Kalau hari ini tidak didengarkan maka kamu akan aksi lagi di kantor bupati dan DPRD Kabupaten Cirebon.(Cimot)



